CV PRIMA INTI VANINDO
CV PRIMA INTI VANINDO
Sidoarjo, Jawa Timur
Senin – Sabtu, 08:00–16:30
[email protected]

AC500-S

Series: AC500-S

Hubungi kami untuk harga +628131834322

Stok: 100


Spesifikasi

  • Brand: ABB
  • Kategori: Programmable Logic Controllers
  • Series: AC500-S
  • Model: AC500-S

Deskripsi Produk

AC500-S adalah safety PLC (programmable logic controller) dari ABB yang dirancang sebagai solusi keselamatan fungsional terintegrasi dalam platform AC500, untuk aplikasi yang memerlukan integritas keamanan tertinggi di pabrik, proses, atau otomasi mesin. Mengusung arsitektur 1oo2 (dual‑channel redundancy), AC500‑S disertifikasi oleh TÜV SÜD hingga SIL 3 (IEC 61508, IEC 62061) dan PL e/Category 4 (ISO 13849‑1) — tingkat tertinggi untuk aplikasi keselamatan mesin dengan demand tinggi (high‑demand) dan aplikasi keselamatan proses dengan demand rendah (low‑demand).

Keunggulan Teknis AC500‑S

Arsitektur Keselamatan 1oo2 (One‑out‑of‑Two) dengan Dual‑Channel Redundancy

  • Sistem 1oo2 dengan dua mikroprosesor independen — masing‑masing menjalankan safety logic di area memorinya sendiri dan membandingkan hasil eksekusi. Jika terjadi ketidaksesuaian atau error, sistem masuk ke safe state (SAFE STOP).
  • Integrasi safety CPU pada terminal base yang sama dengan non‑safety CPU — memungkinkan kombinasi safety dan non‑safety I/O modules dalam satu sistem yang sama.
  • Reaksi keselamatan terdefinisi saat terjadi fault — safety CPU memproses sinyal input, menyimpan data internal, dan menghasilkan sinyal ke safety output modules. Jika fungsi tidak dapat dieksekusi dengan benar, safety CPU masuk ke SAFE STOP, tidak ada safety telegrams yang valid, dan semua channel safety output modules dide‑energized (‘0’ state) setelah watchdog timer berakhir.

Sertifikasi Keselamatan hingga SIL 3 / PL e — Tertinggi di Kelasnya

  • Disertifikasi oleh TÜV SÜD — sertifikat No. Z10 083652 0007 Rev.02, berlaku hingga 2028‑03‑06.
  • Standar keselamatan yang dipenuhi — IEC 61508‑1:2010, IEC 61508‑2:2010, IEC 61508‑3:2010 (SIL 3), IEC 62061:2021 (max. SIL 3), EN ISO 13849‑1:2015 (Cat 4, PL e), IEC 61511‑1:2016, EN 61131‑2:2007.
  • Dirancang untuk high‑demand safety machinery applications dan low‑demand safety process applications — mencakup aplikasi di pabrik, proses, dan otomasi mesin dengan persyaratan keselamatan fungsional tertinggi.
  • Safety application must be identified with project name, file name, change date, title, author, version, description and CRC — untuk memastikan traceability dan integritas sesuai persyaratan sertifikasi.

Safety CPU — SM560‑S, SM560‑S‑FD‑1, SM560‑S‑FD‑4

  • SM560‑S (Safety CPU) — safety module dasar untuk aplikasi keselamatan hingga SIL 3, dengan safety program size 1.0 MB, dipasang di sisi kiri non‑safety CPU pada terminal base yang sama.
  • SM560‑S‑FD‑1 — safety module dengan F‑Device functionality untuk PROFIsafe, mendukung komunikasi ke maksimum 1 F‑Host.
  • SM560‑S‑FD‑4 — safety module dengan F‑Device functionality untuk PROFIsafe, mendukung komunikasi ke maksimum 4 F‑Hosts.
  • Fungsi safety CPU — memproses sinyal input dan data internal untuk menghasilkan sinyal ke safety output modules. Jika fungsi tidak dapat dieksekusi dengan benar, safety CPU masuk ke SAFE STOP, tidak ada valid safety telegrams, dan semua channel safety output modules dide‑energized (‘0’ state) setelah watchdog timer berakhir.
  • Faults in cyclic communication terdeteksi — jika terjadi fault dalam komunikasi siklik antara safety CPU dan safety I/O modules atau F‑Devices lainnya, safety CPU akan mendeteksi dan memberikan nilai ‘0’ ke safety application program. Pengembang aplikasi harus mengimplementasikan fault reaction specific, misalnya menetapkan safety output channels ke de‑energized (‘0’ state).
  • Integrasi dengan non‑safety CPU — safety CPU memerlukan non‑safety CPU untuk berkomunikasi dengan safety I/O modules. Semua komunikasi keselamatan terjadi melalui non‑safety CPU menggunakan prinsip "black channel".
  • Automatic detection of exchanged safety I/O modules during system start‑up — safety CPU secara otomatis mendeteksi penggantian safety I/O modules saat sistem start‑up, memastikan integritas konfigurasi.
  • Two consecutive power cycles required to return safety CPU to RUN mode — setelah power cycle pertama, safety CPU masuk ke DEBUG STOP (tidak aman) dengan LED DIAG menyala. Power cycle kedua diperlukan untuk kembali ke RUN mode.

Safety I/O Modules — Digital & Analog

  • Safety I/O modules juga disertifikasi hingga SIL 3 (IEC 61508), max. SIL 3 (IEC 62061) dan PL e (ISO 13849‑1) — menjamin konsistensi tingkat keselamatan di seluruh sistem.
  • Safety digital inputs (e.g., DX581‑S) — input type sesuai EN 61131‑2 Type 1, input delay configurable, electrical isolation dari I/O bus, channel‑wise error diagnostics.
  • Safety digital outputs (e.g., DX581‑S) — internal built‑in overtemperature protection, fail‑safe "0" values in case of overtemperature.
  • Safety analog inputs (AI581‑S) — 4 channel, 14 bit resolution, checking of process power supply (diagnostic message sent to CPU), overvoltage protection, electrical isolation from internal supply and other modules, satu LED per channel untuk indikasi sinyal input.
  • Flexibility to choose between channel‑wise or module switch‑off in case of channel error — memudahkan implementasi safety strategy sesuai kebutuhan aplikasi.
  • Safety I/O modules mount on TU582‑S spring‑type terminal unit — memastikan koneksi yang stabil dan andal.
  • Safety dan non‑safety I/O modules dapat dicampur pada local I/O bus — baik dalam konfigurasi terpusat maupun remote, memberikan fleksibilitas maksimal.

PROFIsafe over PROFINET — Safe Communication Deterministik

  • PROFIsafe profile untuk transmisi data safety — komunikasi keselamatan antara safety CPU dan safety I/Os menggunakan PROFIsafe.
  • Komunikasi ke remote safety I/O modules via PROFINET IO dengan PROFIsafe profile — safety CPU memerlukan non‑safety CPU dan PROFINET IO controller communication module (CM579‑PNIO) sebagai bagian dari "black channel".
  • PROFINET devices CI501‑PNIO, CI502‑PNIO, CI504‑PNIO, CI506‑PNIO dapat digunakan untuk attach safety I/O modules dalam konfigurasi remote — memperluas jangkauan sistem keselamatan.
  • PROFINET/PROFIsafe communication antara AC500‑S safety CPUs — menggunakan CM589‑PNIO dan/atau CM589‑PNIO‑4 bersama SM560‑S‑FD‑1/SM560‑S‑FD‑4 (F‑Device) di satu sisi, dan CM579‑PNIO dengan AC500‑S safety CPU (F‑Host) di sisi lain.
  • Dukungan F‑Hosts pihak ketiga — SM560‑S‑FD‑1 dan SM560‑S‑FD‑4 dapat digunakan dengan F‑Hosts dari pihak ketiga (3rd party) pada PROFINET, dengan mengunduh dan menginstal GSDML files dari ABB.
  • Scalable safety data exchange — hingga 32 F‑Submodules — SM560‑S‑FD‑1 dan SM560‑S‑FD‑4 dapat menukar safety data dengan F‑Hosts menggunakan PROFINET/PROFIsafe dengan mengonfigurasi hingga 32 F‑Submodules. Jika menggunakan PROFIsafe long frame F‑Submodules (PROFIsafe V2.6), maksimum 1353 bytes dapat ditukar (11 F‑Device instances dengan 123 bytes safety data per input/output). Jika menggunakan PROFIsafe short frame F‑Submodules (V2.6 dan V2.4), maksimum 384 bytes (32 F‑Device instances dengan 12 bytes safety data per input/output).
  • Safe CPU to CPU communication — SM560‑S‑FD‑1 dan SM560‑S‑FD‑4 menyediakan hingga 32 F‑Device instances untuk safe CPU to CPU communication, dengan safety data dari setiap F‑Device instance dipetakan ke CM589‑PNIO atau CM589‑PNIO‑4.
  • Maximum 10 communication links per safety function for SIL 3 — untuk mempertahankan average probability of dangerous failure of 10⁻⁹/h (SIL 3), maksimum 10 PROFIsafe connections per safety function diperbolehkan. Tambahan setiap communication link meningkatkan probability of dangerous failure sebesar 10⁻¹⁰/h.
  • Network devices must meet IEC 61010 or IEC 61131‑2 (e.g., PELV) — single port routers tidak diizinkan sebagai borders untuk safety island.

Engineering dengan Automation Builder & AC500‑S Programming Tool

  • Automation Builder sebagai engineering suite terintegrasi — platform terpadu untuk konfigurasi, programming, debugging, dan maintenance untuk PLC, safety, drives, HMI, SCADA, dan motion.
  • AC500‑S Programming Tool sebagai safety programming environment dedicated — untuk konfigurasi safety logic, verifikasi, dan download ke safety CPU. Visualisasi dalam AC500‑S Programming Tool hanya diizinkan untuk debugging dan maintenance purposes.
  • Safety programming license perlu dibeli sebagai fitur tambahan dari ABB Ability™ Automation Builder — untuk mengaktifkan AC500‑S Programming Tool.
  • Step‑by‑step workflow untuk konfigurasi dan programming — mencakup installation, license activation, creation of new project, user management, instantiate and configure safety modules and non‑safety modules yang menjadi bagian dari "black channel".
  • Safety code analysis tool dan AC500‑S libraries yang disetujui — untuk memastikan integritas safety logic.
  • Safety application program must be identified with specific properties — project name, file name, change date, title, author, version, description, dan CRC — untuk memastikan traceability dan integritas sesuai persyaratan sertifikasi.

AC500‑S‑XC — Varian untuk Lingkungan Ekstrem

  • AC500‑S‑XC (eXtreme Conditions) — varian untuk aplikasi di lingkungan demanding: extended operating temperature range, ketahanan tinggi terhadap vibration dan corrosive gases, operasi di high altitudes dan humid conditions.
  • Temperature range AC500‑S‑XC — operation: -40°C hingga +70°C, storage/transport: -40°C hingga +85°C, memungkinkan deployment di lokasi dengan persyaratan suhu ekstrem.
  • Consistency with standard devices — AC500‑S‑XC memiliki dimensi, control function, dan software compatibility yang sama dengan AC500‑S standard devices, memungkinkan upgrade migrasi yang mudah.
  • Ideal untuk extreme environment applications — outdoor installations, offshore platforms, chemical plants, food processing (washdown), mining, agriculture, dan aplikasi dengan ketahanan lingkungan tinggi lainnya.

Aplikasi AC500‑S

AC500‑S sangat cocok untuk berbagai aplikasi demanding dengan persyaratan keselamatan fungsional tertinggi, berkat arsitektur 1oo2, sertifikasi hingga SIL 3/PL e, PROFIsafe communication, serta dukungan safety I/O modules dan variant ‑XC untuk lingkungan ekstrem:

  • Emergency stop systems (sistem emergency stop) — untuk menghentikan mesin secara aman dalam keadaan darurat, dengan integrasi ke safety PLC melalui safety digital inputs dan outputs.
  • Light curtains integration (integrasi light curtain) — untuk melindungi operator dari area berbahaya dengan safety light curtains yang terhubung ke safety digital inputs.
  • Two‑hand control (kontrol dua tangan) — untuk aplikasi press dan punching machines, memastikan operator menggunakan kedua tangan untuk mengaktifkan mesin.
  • Safety door monitoring (monitoring pintu keselamatan) — untuk memastikan safety door tertutup sebelum mesin beroperasi, dengan safety switches terhubung ke safety digital inputs.
  • Overspeed monitoring (monitoring kecepatan berlebih) — untuk aplikasi dengan rotating machinery, mendeteksi overspeed dan menghentikan mesin secara aman, menggunakan safety analog inputs untuk membaca speed sensors.
  • Safety pressure monitoring (monitoring tekanan keselamatan) — untuk aplikasi hydraulic and pneumatic systems, memantau tekanan dan menghentikan sistem jika tekanan melebihi batas aman, menggunakan safety analog inputs.
  • Robotic cell safety (keselamatan sel robot) — untuk aplikasi robotic welding, assembly, dan material handling, mengintegrasikan safety light curtains, safety mats, dan safety door switches ke safety PLC untuk memastikan area aman sebelum robot beroperasi.
  • Elevator and escalator safety (keselamatan lift dan eskalator) — untuk aplikasi dengan persyaratan keselamatan tinggi, memantau limit switches, door position sensors, overspeed detection, dan emergency stop buttons.
  • Press and punching machine safety (keselamatan mesin press dan punching) — untuk aplikasi dengan risiko tinggi, mengintegrasikan two‑hand control, light curtains, safety mats, dan emergency stop.
  • Process safety applications (aplikasi keselamatan proses) — untuk aplikasi low‑demand systems of safety process applications, seperti oil & gas, chemical plants, dan power generation, memantau pressure, temperature, dan flow dalam proses yang kritis, dengan safety analog inputs dan outputs.

Keuntungan Ekosistem AC500 Platform

AC500‑S adalah bagian integral dari portofolio AC500 platform ABB yang terintegrasi penuh, memberikan banyak keuntungan bagi pengguna:

  • Satu platform untuk keselamatan dan kontrol non‑keselamatan — AC500‑S dapat dikombinasikan dengan AC500 Standard (general‑purpose) dan AC500‑eCo (kompak ekonomis) dalam satu sistem yang sama, berbagi I/O bus, communication modules, dan software tools.
  • Safety dan non‑safety I/O modules dapat dicampur — memungkinkan integrasi seamless antara fungsi keselamatan dan kontrol proses dalam satu sistem, mengurangi biaya hardware dan engineering.
  • Automation Builder sebagai engineering suite terintegrasi — platform terpadu untuk konfigurasi, programming, debugging, dan maintenance untuk PLC, safety, drives, HMI, SCADA, dan motion dalam satu antarmuka, mengurangi training time dan meningkatkan efisiensi engineering.
  • Program library dan application examples untuk efisiensi programming — termasuk function blocks untuk berbagai aplikasi standar, menghemat waktu coding dan mengurangi risiko error.
  • Global approvals untuk deployment ke berbagai wilayah — AC500‑S platform disetujui oleh accredited certification organizations di seluruh dunia, memastikan deployment yang aman, andal, dan sesuai regulasi global.
  • ABB Ability™ Digital Platform integration — integrasi seamless dengan ABB Ability™ untuk condition monitoring, predictive maintenance, asset management, dan performance analytics.

Mengapa Memilih AC500‑S?

AC500‑S adalah pilihan tepat ketika Anda membutuhkan solusi safety PLC dengan arsitektur 1oo2 (dual‑channel redundancy), sertifikasi TÜV SÜD hingga SIL 3 (IEC 61508, IEC 62061) dan PL e/Category 4 (ISO 13849‑1), dengan safety CPU SM560‑S (varian SM560‑S‑FD‑1 untuk 1 F‑Host, SM560‑S‑FD‑4 untuk 4 F‑Hosts), safety I/O modules (digital dan analog) dengan channel‑wise diagnostics, PROFIsafe over PROFINET untuk safe communication deterministik (termasuk integrasi ke F‑Hosts pihak ketiga via GSDML), engineering dengan Automation Builder dan AC500‑S Programming Tool (lisensi terpisah) serta library yang disetujui TÜV, dan varian AC500‑S‑XC untuk operasi di lingkungan ekstrem (‑40°C hingga +70°C) — untuk aplikasi demanding di emergency stop systems, light curtains integration, two‑hand control, safety door monitoring, overspeed monitoring, safety pressure monitoring, robotic cell safety, elevator and escalator safety, press and punching machine safety, dan process safety applications — di mana safety PLC kompetitor tidak memiliki arsitektur 1oo2 dan sertifikasi TÜV hingga SIL 3/PL e dalam satu platform yang terintegrasi dengan AC500 family, di mana integrasi dengan non‑safety CPU (AC500 Standard dan AC500‑eCo) dan kemampuan mixing safety dan non‑safety I/O modules memberikan fleksibilitas dan skalabilitas jangka panjang, di mana PROFIsafe communication dan integrasi ke F‑Hosts pihak ketiga memungkinkan solusi keselamatan yang komprehensif dengan komunikasi deterministik, dan di mana varian ‑XC untuk lingkungan ekstrem memungkinkan deployment di outdoor installations, offshore platforms, chemical plants, food processing, mining, dan agriculture — menjadikan AC500‑S sebagai pilihan utama OEM, system integrator, dan end user yang memerlukan safety PLC dengan integritas keamanan tertinggi, skalabilitas maksimal, dan integrasi penuh ke dalam ekosistem AC500 platform untuk berbagai aplikasi demanding dengan persyaratan keselamatan fungsional tertinggi.